Menegpora: Menanamkan Budaya Lewat Lomba Lebih Efektif

Jakarta, Pelita
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora), Adhyaksa Dault, mengatakan menanamkan budaya dan nasionalisme pada generasi muda lebih efektif melalui sebuah lomba, khususnya dalam memperkenalkan kain batik sebagai budaya warisan dunia dan menanamkan rasa nasionalisme dengan menyanyikan lagu-lagu nasional.
Menanamkan semangat penggunaan batik kepada generasi muda lebih efektif melalui pelaksanaan lomba seperti ini. Ini sangat penting, sebab batik Indonesia telah diakui sebagai warisan budaya dunia, papar Adhyaksa Dault, saat membuka Lomba Paduan Suara Lagu Wajib Nasional dan Fashion Show Seragam Batik Sekolah SD, SMP, SMA se-Jabodetabek; di Auditorium RRI Jakarta, Minggu (11/10).
Menurut Menegpora, kain batik merupakan budaya bangsa Indonesia yang sangat luar biasa dan merupakan salah satu sumber bagi pendapatan negara dan menambah lapangan kerja bagi masyarakat. Jika kain batik ini digunakan oleh masyarakat dunia, maka yang akan bangga adalah generasi muda Indonesia, ujarnya.
Demikian halnya dengan lomba paduan suara lagu-lagu nasional, Adhyaka menilai bahwa upaya yang dilakukan Yayasan Harapan Ibu merupakan suatu langkah yang tepat untuk menjawab pernyataan sejumlah pihak yang memandang Indonesia pada kegagalan.
Anggapan mereka itu ternyata salah. Buktinya, kita masih punya generasi muda yang cinta negeri. Ini sangat penting, karena generasi muda merupakan pilar bangsa Indonesia, yang menjadi penerus bagi keutuhan NKRI di masa mendatang paparnya.
Meski demikian, Menegpora mengingatkan, agar rasa cinta negeri, harus terus dipupuk dengan cara menggelorakan lagu-lagu nasional sebagai bentuk dari pengembangan rasa bela negara para pemuda.
Nasionalisme itu bukan hanya semangatnya saja, tetapi harus dilakukan dengan kekuatan dan Yayasan Harapan Ibu sudah melakukan kekuatan itu dengan lomba tersebut, jelas Adhyaksa yang mengetahui lomba yang diselenggarakan dalam rangka menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan mengusung tema Bela Negara dengan Membangkitkan Jiwa Nasionalisme tersebut, diprakarsai oleh Dra Hj Nunuk Murdiati Sulastomo.
Lomba yang diselenggarakan Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu dan Harian Umum Pelita, bekerjasama dengan RRI Jakarta, serta didukung Kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora), dan sponsor lainnya itu, diikuti siswa/siswi tingkat SD, SMP, dan SMA berjalan lancar dan tertib.
Para peserta mengikuti lomba dengan semangat, bahkan ada yang melengkapi peragaan seragamnya dengan berbagai aksesoris seperti mengenakan dasi, pita, dan ikat pinggang dan sebagainya. Mereka menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya.
Keluar sebagai juara lomba paduan suara lagu wajib nasional yaitu untuk tingkat SD, Juara I SD Kembang Jakarta, Juara II SD Islam Tugasku Jakarta, dan Juara III diraih SD Islam Dian Didaktika Cinere. Dirigen terbaik tingkat SD diraih Laksmi dari SD Kembang Jakarta.
Untuk tingkat SMP Juara I diraih SMP K Tirta Marta BPK Penabur, Juara II SMP Islam Dian Didaktika Cinere, dan Juara III diraih SMP Al-Fath Jakarta dengan dirigen terbaik Agatha Aurelian.
Tingkat SMA Juara I diraih oleh SMA 13 Jakarta Utara, Juara II diraih oleh SMA 110 Jakarta, dan Juara III diraih oleh SMA 87 Jakarta dengan dirigen terbaik Erza Liling Padang dari 110 Jakarta. Pemimpin Umum Harian Pelita, H Sulastomo, menyerahkan hadiah kepada para juara.
Sedangkan untuk lomba fashion show batik seragam sekolah Juara I untuk tingkat SD diraih oleh SD Islam Harapan Ibu, Juara II diraih oleh SD Islam Dian Didaktika Cinere, dan Juara III diraih oleh SD Lazuardi.
Tingkat SMP Juara I diraih oleh SMP Islam Harapan Ibu, Juara II diraih oleh SMP Islam Dian Didaktika Cinere, dan Juara III diraih oleh SMP Islam Tugasku.
Pada tingkat SMA Juara I diraih oleh SMA Islam Dian Didaktika, Juara II diraih SMA Lazuardi, dan Juara III diraih oleh SMA Islam Harapan Ibu. Ketua Yayasan Harapan Ibu, Hj Nunuk Murdiati Sulastomo, menyerahkan hadiah dan piala kepada para pemenang.
Masing-masing pemenang untuk Juara I mendapatkan piala, uang tunai Rp2,5 juta dan voucher Restoran Pastadewaruku dan berlangganan Majalah Tumbuh Kembang selama 12 bulan, untuk Juara II memperoleh piala, uang tunai Rp1,5 juta, voucher Restoran Pastadewaruku dan langganan Majalah Tumbuh Kembang 6 bulan, dan Juara III memperoleh piala, uang tunai Rp1 juta, voucher Restoran Pastadewaruku dan langganan Majalah Tumbuh Kembang 3 bulan.
Dewan juri lomba fashion show batik seragam sekolah terdiri dari Soraya Haque selaku ketua, Deni Malik, dan Dr Elandari sebagai anggota. Sedangkan dewan juri paduan suara terdiri dari Dian Herdiarti selaku ketua, Amir Katamsi, dan Wahyu Maliki sebagai anggota. (har/mth)
Quote this article in website
Favoured
Print
Send to friend
Related articles
Save this to del.icio.us

garuda_pancasila.jpg
visit
ffacebook PP Australia


gepak
KPI