Menuju Pemilihan Umum Presiden RI Dengan Kebijaksanaan dan Teratur

Dalam menyikapi kampenye yang tengah digelar para kandidat calon Presiden dan Wakil Presiden RI 8 Juli mendatang, MPW PP Australia melalui Sekretaris Jenderal Pemuda Pancasila MPW PP Australia, James Martin mengungkapkan bahwa segenap anggota Pemuda Pancasila di luar negeri dan masyarakat RI perlu untuk bersikap ko operatif dan bijaksana dalam menghadapi berbagai tawaran - tawaran dan ajakan politik setiap golongan atau partai terkait kandidat Capres dan Cawapres di mana pun berada. Dengan situasi politik yang dinilai kondusif dan terus berubah seiring dengan memanasnya isu - isu seputar kampanye di tanah air oleh para peserta pemilu, segenap masyarakat harus mampu menelaah dan mengkaji berbagai informasi yang disebarkan dalam mendukung capres dan cawapres, jangan menelan mentah - mentah sehingga dengan mudah terpancing dalam perputaran politik yang kadang dapat merugikan warga.

Lebih lanjut, dikemukakan oleh James saat ini masyarakat sudah sangat pintar dan dirasa memiliki intelektualitas yang memadai dalam menilai berbagai hal yang disampaikan, di janjikan bahkan di kontrakan oleh berbagai pasangan peserta pemilu mendatang, sehingga fenomena rakyat yang kian berkembang dalam menganalisa usaha - usaha para capres dan cawapres sangatlah mendominasi kegiatan politik di tanah air dan di luar negeri.  Tidak hanya itu, dapat dilihat bahwa bangsa ini sudah sangat bosan akan pergelutan politik dan keadaan negeri yang terus menerus sangat tidak memihak kepada kehidupan rakyat, oleh karena itu golput tumbuh pesat. James menilai keadaan komunikasi para kandidat peserta pemilu sangatlah tidak mencontohkan sistematis kampanye yang bersifat mendidik, seiring dengan saling sindir dan saling tuding, dimana seharusnya para tim sukses dan capresnya wajib mempresentasikan program kerja, rencana perbaikan kondisi ekonomi, rencana pembangunan jangka panjang dan rumusan - rumusan sistem ekonomi yang selalu di janjikan sehingga rakyat mampu melakukan “fit and Proper Test” kepada calon “Pamong Praja” tersebut. Bahkan sistem komunikasi dengan masyarakat saat kampanye pun tidak two way communcation, hanya sepihak saja, sehingga pihak capres tidak menyediakan kesempatan bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi melalui mediasi langsung, online atau radio, hanya melalui perwakilan ormas atau forum terbatas saja ujar James.

Di katakan memang bahwa kita ini tengah belajar demokrasi dengan fluktuasi sistem dan hasilnya, namun jangan demokrasi itu dijadikan alasan dan dasar percobaan semata dalam menempatkan aspirasi masyarakat sehingga sering kali terjadi pergeseran aturan bermain dan penyelewengan amanah yang diberikan. tandas James.

Oleh karena itu, kita semua perlu menyikapi berbagai polemik yang tumbuh akibat kegiatan pemilu dengan bijaksana dan teratur sehingga arah perkembangan bangsa Indonesia terus sesuai dengan alur - alur tujuan Pancasila dan UUD 1945 melalui pemilu yang damai dan tertata. Dengan terus memantau dan mengkaji tawaran - tawaran politik capres, kita semua akan mampu melihat lebih dalam seberapa nasionalis dan seberapa seriuskah mereka ingin membangun bangsa ini tambah Sekretaris Jenderal PP Australia ini.  James mengatakan bahwa pada intinya semua pasangan capres memiliki tujuan yang sama namun berbeda kendaraan dengan mesin dan strategi yang berbeda, siapa yang memiliki tenaga pendorong, tenaga ahli dan kualitas kendaraan yang tepat untuk mencapai garis kepercayaan rakyat, maka ia lah yang pantas memimpin bangsa Ini. Itulah usaha kita dalam berpartisipasi menyongsong pemilu dan masa depan bersama tegas James di sela - sela koordinasi jarak jauh dengan berbagai elemen partai dan tim sukses capres di tanah air.

Menanggapai pembentukan Kelompok Kerja  Pembina Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) oleh Deplu dan KPU, James menilai bahwa kelompok kerja ini dirasa tidak seharusnya dibentuk untuk membina PPLN, apalagi pembinaan ini akan mengeluarkan anggaran negara yang cukup besar dalam membiayai berbagai fasilitas dan keperluan pembina yang terdiri dari pejabat Deplu luar negeri dan anggota KPU. Tugas para pejabat KPU dan PPLN saja pada pemilu legislatif lalu dinilai sangat kacau dan tidak profesional dimana masyarakat tidak seluruhnya rata mendapatkan hak pilih alias golput dipaksa, padahal sudah terdaftar. Informasi tata cara pemilu tidak tersebar luas, hanya dikalangan konsulat RI saja di sampaikan, bahkan DPT - DPT banyak menuai kekurangan dimana anggaran negara banyak terbuang sia - sia ungkap James.

Bagi kami, PPLN dan pejabat Deplu serta KPU sudah sepantasnya melaksanakan pemilu ini dengan baik sesuai dengan tugas dan kewajiban mereka, bukan berusaha mencari celah - celah baru untuk menghamburkan uang rakyat tambah James.  Oleh karena itu, dalam menyikapi fenomena - fenomena seputar pemilu dan politik Indonesia, MPW PP Australia mengajak segenap komponen bangsa untuk tetap waspada, sigap dan memiliki pandangan yang lebih luas dalam menyikapi situasi yang selalu berkembang dalam mensukseskan pemilu 2009 ini. Bersikap dan memilih dengan bijaksana tanpa sikap ekstrim dalam mendukung golongan adalah slah satu partisipasi bangsa yang terarah dan sesuai dengan nilai - nilai Pancasila!

Pancasila Abadi!


garuda_pancasila.jpg
visit
ffacebook PP Australia


gepak
KPI