Civismo Foundation

Dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur sesuai dengan sila ke 5 Pancasila, Pemuda Pancasila Australia berkerja sama dengan Civismo Foundation guna memberikan bantuan fasilitas pendidikan dan belajar kepada anak – anak di panti asuhan di tanah air. Pemuda Pancasila Australia berusaha untuk mengadakan berbagai kegiatan fund raising untuk disalurkan kepada Civismo Foundation dan menempatkan dana bantuan kepada pihak yang membutuhkan.

CIVISMO FOUNDATION terbentuk pada tahun 2008 oleh sekelompok profesional dan pelajar muda yang tengah menunaikan tugas berkerja dan belajar baik di dalam maupun di luar negeri. Rommy sebagai inisiator terbentuknya CIVISMO FOUNDATION serta sebagai Ketua dan kemudian didukung oleh beberapa rekan diantaranya Dhini Aminarti, Billy Bismarak, Ariandy Utama, Kuncoro Kwinasista, James Martin, Kanti W. Janis dan beberapa rekan lainnya baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri sebagai bentuk pengabdian diri terhadap Bangsa Indonesia.

CIVISMO FOUNDATION memiliki tujuan untuk turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan lahirnya Negara Indonesia. Berdasarkan tujuan dari terbentuknya CIVISMO FOUNDATION dalam usaha pencapaian kehidupan bangsa yang cerdas maka, bidang gerak CIVISMO FOUNDATION akan fokus pada bidang pendidikan. Garis besar kegiatan CIVISMO FOUNDATION akan meliputi fasilitasi pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dan mengkampanyekan budaya membaca bagi masyarakat.

Latar Belakang Masalah

Indonesia lahir didasari atas niat tulus untuk mencapai cita-cita bangsa dan telah dirumuskan oleh founding fathers yang tertuang di dalam pembukaan UUD’45 ataupun di dalam batang tubuh UUD’45 serta di dalam Pancasila. Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu cita-cita atas lahirnya bangsa ini. Kecerdasan Kehidupan bangsa hingga hari ini masih belum terjadi secara ideal sebagaimana diamanatkan. Pendidikan yang sewajarnya dapat diperoleh setiap lapisan masyarakat hingga hari ini masih terbatas pada kalangan tertentu yang diakibatkan oleh mahalnya biaya pendidikan. Kemiskinan yang masih menjerat masyarakat membuat mereka tidak dapat menikmati pendidikan dengan selayaknya.

“Fakir miskin dan anak yang terlantar dipelihara oleh Negara,” hal tersebut merupakan amanat UUD’45 dalam pasal 34 (tiga puluh empat). Dalam hal pengurusan anak terlantar, pada saat ini sebenarnya masyarakat telah ikut serta membantu negara dengan membangun wadah tertentu seperti Panti Asuhan. Panti Asuhan merupakan sebuah wadah yang memiliki fungsi untuk menampung anak yatim dan/atau piatu ataupun para orang tua yang sengaja menitipkan karena tidak mampu mengasuh karena kemiskinan yang menjerat mereka.

Hadirnya Panti Asuhan dapat kita rasakan cukup lama kehadirannya, baik yang dibangun oleh pemerintah maupun dibangun atas prakarsa individu, masyarakat ataupun organisasi kemasyarakatan. Dengan cukup lamanya kehadiran Panti Asuhan menimbulkan pertanyaan, yaitu apakah para anak asuh di Panti Asuhan dapat mengenyam pendidikan dengan baik hingga ke perguruan tinggi serta diimbangi dengan keterampilan-keterampilan tertentu agar kehidupan mereka dapat menjadi lebih baik di masa yang akan datang?

CIVISMO FOUNDATION sebagai organisasi non-pemerintah, independent serta bersifat nirlaba, dan sebagai bagian dari civil society ingin turut aktif dalam usaha pencapaian cita-cita atas lahirnya bangsa Indonesia khususnya dalam hal “mencerdaskan kehidupan bangsa” melalui media pendidikan. CIVISMO FOUNDATION akan merancang serta melaksanakan program yang diberi nama “Program Pengembangan Potensi dan Pemberdayaan Anak Asuh,” yang sementara ini akan berkonsentrasi pada anak asuh yang berada di Panti Asuhan dengan lokasi Jabodetabek.

Inventarisasi Masalah

Setelah kami melakukan survey terhadap beberapa Panti Asuhan yang ada di Jabodetabek, kami menemukan beberapa permasalahan sebagai berikut:

  1. Panti Asuhan yang selama ini telah hadir tidak banyak dikelola dengan baik, termasuk di dalamnya sejak perencanaan, implementasi dan pencapaian atas program tersebut. Kemudian, pengasuhan terhadap anak asuh masih dilakukan secara seragam, dalam pengertian kurangnya penghargaan dan dukungan potensi serta minat anak asuh yang tentunya minat dan potensi tersebut berbeda antara satu anak dengan anak lainnya.
  1. Kurangnya visi pengelola/pengurus Panti Asuhan yang seharusnya media Panti Asuhan tidak hanya dapat menjadi tempat untuk mengasuh atau menampung anak-anak yatim dan/atau piatu ataupun anak-anak tidak mampu, tetapi dapat menjadi wadah yang efektif untuk membantu menjawab permasalahan kemiskinan khususnya pada anak asuh tersebut.
  1. Perencanaan pendidikan yang dilakukan Panti Asuhan dirasa kurang matang. Hal ini hanya mencakup pendidikan formal dan masih kurang menyentuh pada sisi pendidikan informal yang sebenarnya juga dibutuhkan anak asuh yang dapat mendukung kehidupan mereka tersebut di masa yang akan datang.
  1. Pendidikan formal yang dijalani oleh anak asuh sejauh ini mempuyai kecenderungan hanya sampai pada tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA/SMK) dan masih belum diusahakan secara maksimal untuk sampai pada tingkat perguruan tinggi.
  1. Keterbatasan fasilitas yang terdapat di Panti Asuhan khususnya fasilitas belajar menjadikan para anak asuh tersebut semakin sulit untuk berkompetisi dengan anak-anak di luar Panti Asuhan.
  1. Masih kurangnya kegiatan-kegiatan Panti Asuhan yang bertujuan untuk memberikan keterampilan dasar serta keterampilan penunjang yang dirasa dibutuhkan bagi anak asuh.
  1. Semakin pesatnya perkembangan informasi melalui berbagai media tidak diimbangi dengan kemudahan akses informasi yang dapat diperoleh oleh anak asuh, yang mana hal tersebut disebabkan oleh minimnya fasilitas serta dukungan untuk mengakses informasi tersebut.

Tujuan

Berdasarkan inventarisasi permasalahan di atas, “Program Pengembangan Potensi dan Pemberdayaan Anak Asuh” yang akan dilaksanakan oleh CIVISMO FOUNDATION bertujuan untuk:

  1. Membantu meningkatkan prestasi anak asuh tidak hanya dari sisi akademis tetapi juga non-akademis
  1. Menjembatani pendidikan tinggi bagi para anak asuh hingga jenjang ke perguruan tinggi dengan bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Jabodetabek.
  1. Memberi bekal bagi para anak asuh dengan pendidikan dan keterampilan informal untuk melengkapi pendidikan formal mereka dengan harapan agar kehidupan mereka akan menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Sasaran

Anak Asuh yang berada di wilayah Jabodetabek. Pada tahap awal pelaksanaan program, kami akan fokus untuk satu Panti Asuhan yang kami tentukan dengan berbagai pertimbangan dan selanjutnya akan berkembang ke berbagai Panti Asuhan yang ada di Jabodetabek.

Rencana dan Strategi

  1. Deskripsi Program

1. Nama Program : Program Pengembangan Potensi dan Pemberdayaan Anak Asuh

2. Waktu Pelaksanaan : 3 term (1 tahun untuk masing-masing term)

3. Lokasi (Tahap awal) : Panti Asuhan dan Santunan Keluarga Muhammadiyah/Aisyiyah Cabang Rawamangun-Pulogadung, Jl. Rukem II/13 Rawamangun, Jakarta Timur

4. Lembaga Pelaksana : Civismo Foundation

  1. Strategi Pelaksanaan

Untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah dicantumkan di atas maka dibuat beberapa langkah sebagai berikut

kegiatan_0.jpg


Pelaporan

Sebagai pertanggungjawaban kepada mitra kerja, kami akan menerbitkan laporan pertanggungjawaban sebagai berikut:

  1. Laporan Bulanan

Laporan mengenai kegiatan Civismo Foundation akan dilaporkan secara berkala pada setiap bulannya oleh Program Officer kepada Program Director untuk selanjutnya sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program. Laporan ini juga dapat diberikan kepada mitra kerja.

  1. Laporan Semester

Laporan ini akan disampaikan pada setiap semester dari Program Director yang dihimpun dari data laporan yang diserahkan Program Officer pada setiap bulan dan ditambah dengan penilaian serta pengamatan Program Director kepada mitra kerja Civismo Foundation untuk program Pengembangan dan Pemberdayaan Anak Asuh.


garuda_pancasila.jpg
visit
ffacebook PP Australia


gepak
KPI