PROGRAM KEWIRAUSAHAAN PEMUDA 2009 SINERGI DEPDIKNAS-KEMENEGPORA
Data strategis BPS bulan Agustus 2008 menunjukkan jumlah angkatan kerja Indonesia sebanyak 111,4 juta orang. Dari jumlah tersebut tercatat 9,42 juta (8,48%) orang merupakan penganggur terbuka yang berdomisili di pedesaan 4.186.703 orang (44,4%) dan di perkotaan 5.240.887 orang (55,6%). Selanjutnya penduduk miskin Indonesia saat ini mencapai 34,96 juta orang (15,42%) dengan komposisi 22.189.122 orang (63%) berada di desa dan 12.770.888 orang (37%) di kota. Berdasarkan fakta diatas sangat diperlukan upaya โ upaya untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan baik di perkotaan maupun di pedesaan. Pada tahun 2009 ini Departemen Pendidikan Nasional bekerjasama dengan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga mengembangkan program Kewirausahaan Pemuda, antara lain: 1) Program Kewirausahaan Pemuda Melalui Lembaga Kepemudaan, 2) Program Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP), dan 3) Program Kewirausahaan Pemuda melalui Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan (SP3). Tujuan program dan kegiatan tersebut di atas adalah memberikan bekal kecakapan hidup yang bermutu dan relevan dengan dunia usaha/dunia industri yang dapat dijadikan bekal bagi peserta didik untuk bekerja mencari nafkah demi peningkatan kualitas kehidupannya serta dapat bekerja dan/atau usaha mandiri/berwirausaha. Program PKH bagi pemuda ini sangat kontekstual dengan kebutuhan para pemuda di berbagai daerah khususnya yang tersebar di pedesaan. Program ini diharapakan mampu memacu pemuda untuk menghadapi tantangan kekinian dalam rangka meniti masa depan yang lebih bermartabat. Kebijakan sinergis ini diharapkan mampu mengakselerasi upaya pemberdayaan, pengembangan, dan perlindungan bagi pemuda. Program PKH ini pada prinsipnya selaras dengan paradigma pemuda sebagai kategori sosial (Social Category), seperti yang diintrodusir oleh Menpora Dr. Adhyaksa Dault, M.Si sejak awal memimpin Kemennegpora.











Entries (RSS)